Sabtu, 08 Maret 2014

Fereshteh Mahdavi Talarami, Peraih Nobel HAM Dunia Islam

VOAISLAM.COM - Fereshteh Mahdavi Talarami adalah salah seorang wanita Iran berprestasi. Dia lahir di Zahedan, provinsi Sistan Balucestan Iran tenggara pada tahun 1976. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, dia melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi agama. Dia menggeluti berbagai bidang keilmuan. Untuk mengembangkan keilmuannya, dia mengunjungi sejumlah negara seperti Amerika, Kanada dan Swiss. Aktivitas keilmuannya semakin matang dengan mengajar di berbagai kota di Iran.

Wanita berprestasi ini menulis tiga rancangan dan penemuan yang membuatnya berhak menyabet medali perak dan perunggu olimpiade penemuan tingkat dunia tahun 2003 yang diselenggarakan di Jenewa,Swiss. Dia juga aktif dalam berbagai kegiatan kewanitaan di tingkat negara-negara regional. Berkat itu, Fereshteh Mahdavi mendapat anugerah penghargaan perdamaian tahun 2007 dari Lembaga Hak Asasi Manusia Timur Tengah dan Dunia Islam.

Diantara penemuan yang telah dipatenkan oleh Mahdavi adalah penemuan alat pendidikan bagi para penyandang catat tuna rungu dan tuna netra. Selain itu dia juga mematenkan penemuan lainnya di bidang medis dan kedokteran. Dengan berbagai keberhasilan yang telah dipatenkan di tingkat nasional dan dunia, Mahdavi ditetapkan oleh kantor kepresidenan Iran sebagai wanita teladan tahun 2006. Masih ada sejumlah medali dan penghargaan lain yang diperoleh Fereshteh Mahdavi. (IRIB Indonesia)

Setelah merampungkan berbagai studi bidang kreativitas, Mahdavi memilih mengajar di sebuah sekolah menengah atas. Tujuannya adalah untuk mengawasi langsung perkembangan pendidikan anaknya. Meski demikian, sejak tahun 2010 dia juga tercatat sebagai dosen dan pengajar di perguruan tinggi. Banyak makalah ilmiah yang telah ia tulis termasuk yang berkaitan dengan penemuan sarana pendidikan bagi tuna rungu dan tuna netra. 13 rancangan dan penemuannya khususnya yang berhubungan dengan masalah ekonomi dan pekerjaan bagi kaum wanita, dimanfaatkan di sejumlah negara seperti India, Afghanistan, Italia, Norwegia, Cina dan beberapa negara lainnya. Tahun 2008, Mahdavi dipromosikan oleh Lembaga Intelektual Nasional Iran sebagai peneliti teladan. Pusat Sains Dunia IISTT juga memberikan penghargaan sebagai pengajar.

SUMBER: IRIB

Sayidah Zainab, Teladan Umat Manusia

VOAISLAM.COM - Sayidah Zainab al-Kubra dilahirkan di Madinah pada 5 Jumadil Awal tahun 5 Hijriah. Ketika Sayidah Zainab lahir, Sayidah Fathimah Zahra as. Berkata kepada Amirul Mukminin as., "Karena ayahku tengah bepergian, tolong beri nama bagi anak ini. "Imam Ali as. Menjawab, "Aku tidak mau mendahului ayahmu."

Setelah tiga hari berlalu, Rasulullah saw, pulang dari perjalanan. Sebagaimana biasa, pertama Rasulullah saw  datang ke rumah Sayidah Fathimah Zahra as. Kemudian beliau berkata, "Anak-anak Fathimah adalah anak-anakmu."  Rasulullah saw menunggu wahyu untuk memberi nama bayi tersebut. Kemudian Jibril turun dan berkata, "Allah menyampaikan salam untukmu, dan dia berfirman, ‘Beri anak ini nama Zainab, sebagaimana yang telah Kami tulis di Lauh Mahfuz."

Kemudian Rasulullah saw mencium Sayidah Zainab dan berkata, "Aku berpesan kepada umatku, baik yang hadir maupun yang tidak hadir, untuk menghormati anak perempuan ini. Karena dia sebanding dengan Khadijah Kubra." Kemudian Rasulullah saw. mendekap Sayidah Zainab di dadanya dan meletakkan wajahnya yang mulia di wajahnya. Tiba-tiba Rasulullah saw menangis. Begitu banyak air mata yang mengalir hingga membasahi janggutnya. Sayidah Fathimah as. bertanya, "Duhai ayah, mengapa engkau menangis?" Rasulullah saw. bersabda, "Setelah kepergianku, anak ini akan mendapat musibah yang bermacam-macam." Mendengar itu, Sayidah Fathimah as. pun menangis.

Pesan Rasulullah kepada umatnya untuk menghormati Sayidah Zainab karena beliau ini serupa dengan Khadijah al-Kubra adalah dikarenakan peran Sayidah Zainab tak berbeda jauh dengan peran nenek buyutnya tersebut. Jika Sayidah Khadijah sejak awal penyebaran Islam banyak menderita cobaan dan kesulitan serta dengan penuh berani membela agama ini, Sayidah Zainab pun dengan kesabaran dan pengorbanannya yang tinggi menanggung tekanan yang besar dan berjuang mencegah kehancuran Islam.

Sayidah Zainab adalah wanita yang memiliki wawasan dan pandangan tinggi. Sejarah hidup beliau menjadi teladan bagi Muslimah maupun wanita non muslim. Di antara keutamaan wanita suci ini adalah ketinggian dan keluasan ilmunya. Dalam sejarah disebutkan bahwa ketika Sayidah Zainab sa bersama keluarganya tinggal di Kufah di masa pemerintahan Imam Ali as., para lelaki penduduk Kufah mendatangi Iman Ali as dan memohon kepada beliau supaya putrinya, Sayidah Zainab sa, mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada istri dan anak-anak perempuan mereka. Iman Ali as, menerima permohonan tersebut dan Sayidah Zainab sa pun mengajari mereka. Sejarah membuktikan dalam tempo empat tahun atau lebih, banyak para perempuan yang berguru dan belajar kepada beliau.

Pada suatu hari Iman Ali as mendengar Sayidah Zainab sa mengajarkan tafsir huruf-huruf muqatta'ah (yang terpotong-potong) dari al-Qur'an. Khususnya tentang huruf permulaan surat Maryam, yaitu huruf "Kaaf, Haa, Yaa, Ain Shaad". Seusai mengajar, Imam Ali as mendatangi beliau dan berkata kepadanya: "Wahai cahaya mataku, tahukah bahwa huruf-huruf ini (Kaaf, Haa, Yaa, Ain, Shaad) merupakan kunci rahasia peristiwa yang akan menimpa engkau dan saudaramu Husain di padang Karbala?" Setelah itu lantas Imam Ali as menjelaskan secara terperinci kepada beliau tentang tragedi Asyura yang akan menimpanya.

Poin penting lain terkait Sayidah Zainab adalah ketegasan beliau dalam mengambil keputusan dalam berbagai kondisi. Beliau dengan baik mengetahui kapan harus berbicara dengan lembut dan kapan harus tegas. Kapan harus mencucurkan air mata dan kapan harus mengedepankan akal serta rasio. Pidato tegas dan berapi-api Sayidah Zainab di istana Yazid bin Muawiyyah di saat kepala suci sudaranya, Imam Huseain berada di depannya menunjukkan kemampuan beliau tersebut.

Para pakar terkait hal ini menulis, "Sikap dan reaksi Sayidah Zainab terhadap musuh sangat mencengangkan. Beliau sangat keras menghadapi musuh, padahal mereka tengah berada di puncak kekuasaan. Zainab adalah singa Bani Hasyim. Dengan suara lantang dan kefasihannya dalam berpidato, Zainab berhasil menggetarkan istana Bani Umayyah yang zalim. Pidatonya yang berapi-api telah membuat malu Yazid dan kambrat-kambratnya."

Salah satu keutamaan Sayidah Zainab adalah keberaniannya yang besar. Sikap beliau saat menghadapi musuh membuat banyak orang tercengang. Dengan sepenuh hati, Sayidah Zainab bangkit memerangi penguasa zalim. Zainab yang juga dikenal sebagai Singa Betina Bani Hasyim, layaknya kaum pria berteriak dihadapan musuh, menghina mereka dan melecehkannya. Ia tidak pernah merasa takut. Ia tidak takut menyaksikan kilatan pedang para pembunuh yang belepotan darah.

Sayidah Zainab saat berada di istana Ibnu Ziyad, gubernur Kufah duduk di pojok dan diam tanpa menghiraukan pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Sikap beliau ini merupakan pelecahan terhadap Ibnu Ziyad. Sayidah Zainab tak takut menghina Ibnu Ziyad dan menyebutnya fasid dan bejat. Beliau berkata, "Segala puji bagi Allah yang memuliakan kami dengan kenabian Muhammad dan membersihkan kami dari segala kekotoran. Kalau kamu bilang kami dipermalukan, sesungguhnya yang dipermalukan adalah orang yang fasik. Kalau kamu bilang kami berbohong, sesungguhnya pelaku kezalimanlah yang berbohong, bukan kami dan segala puji bagi Allah."


Saat berada di istana Yazid bin Muawiyah, Sayidah Zainab pun melontarkan perkataan pedas terhadap penguasa zalim, pembunuh cucu Rasulullah ini. Yazid dalam pandangan Sayidah Zainab adalah manusia yang sangat rendah dan hina sehingga tidak layak menjadi orang yang diajak bicara oleh beliau. Tapi beliau terpaksa berbicara dengan Yazid seraya mengatakan, "Bila musibah menyeretku ke sini dan terpaksa harus bicara denganmu, ketahuilah posisimu di mataku sangat rendah dan terhina. Sehingga sulit bagiku untuk menegur dan mengritikmu. Tapi aku harus bagaimana? Mata-mata kami menangis dan dada-dada kami terbakar.


Kriteria agung lain Sayidah Zainab adalah kesabaran tinggi beliau. Sayidah Zainab harus menanggung dan menyaksikan peristiwa terberat, terparah dan paling menyakitkan sepanjang sejarah, yakni tragedi pembantaian saudara dan keluarganya, Imam Husain as di Padang Karbala. Ketika Imam Husain as dan 72 sahabat-sahabatnya gugur di Padang Karbala, segala kesulitan dan beban berat ini berada di pundak Sayidah Zainab. Selain itu, beliau juga harus mengurus sisa-sisa keluarga Rasulullah yang selamat dari pembantaian mulai dari Karbala hingga ke Syam dan dari Syam hingga ke Madinah.

Sayidah Zainab menyikapi tragedi Karbala dengan penuh kearifan. Sejak terjadinya tragedi Karbala hingga hari wafatnya, Sayidah Zainab satu kali pun tidak pernah mengucapkan kekesalan dan pengaduannya. Meski menghadapi peristiwa berat dan mengenaskan di Padang Karbala, Sayidah Zainab senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. Peristiwa ini sangat terkenal ketika beberapa hari setelah tragedi Karbala, Ibnu Ziyad di istananya dengan penuh celaan berkata kepada Sayidah Zainab, Kini bagaimana kamu melihat apa yang diperbuat Allah kepada keluargamu? Artinya kini kamu lihat kami yang dimenangkan Allah dan kalian sekeluarga hancur dengan tubuh yang tercabik-cabik. Dengan tenang Sayidah Zainab menjawab, "Aku tidak menyaksikan kecuali keindahan."

Di antara kriteria agung lainnya Sayidah Zainab adalah pengorbanan dan sifat pemaaf beliau. Zainab lahir dalam keluarga yang dipuji Allah Swt karena sikap pemaaf dan pengorbanan mereka. Dalam surat al-Insan ayat 8-9, Allah berfirman yang artinya, "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih."

Suatu hari Imam Ali as membawa tamu ke rumahnya dan ingin menjamunya. Ketika Imam Ali as bertanya kepada Sayidah Fatimah adakah makanan di rumah untuk dihidangkan kepada tamu. Sayidah Fatimah berkata, tidak ada makanan yang tersisa kecuali sedikit makanan yang aku sisakan untuk Zainab. Saat itu, Sayidah Zainab yang baru berusia empat tahun, kepada ibunya berkata, "Ibu! Berikan makananku kepada tamu.

Puncak pengorbanan Sayidah Zainab dapat disaksikan di Padang Karbala di hari kesepuluh Muharram (Asyura). Hari itu, Zainab menyerahkan segala miliknya dengan ikhlas kepada Allah. Pagi hari Asyura, Zainab dengan membawa dua anaknya, Muhammad dan Aun, mendatangi Imam Husain as dan berkata, "Kakekku Ibrahim menerima kurban Allah sebagai ganti dari mengorbankan Ismail. Saudaraku, hari ini terimalah dua kurbanku ini. Dan jika kewajiban jihad tidak dicabut bagi kaum wanita, aku akan korbankan ribuan kali jiwaku demi orang yang aku cintai. Dan aku akan meminta dianugerahi kesyahidan ribuan kali."

Saat itu, Sayidah Zainab berkata, "Aku menginginkan anak-anakku maju terlebih dahulu ke medan perang dari keponakan-keponakanku." Ketika dua anak Zainab ini mereguk cawan syahadah setelah bertempur dengan musuh dan jenazah keduanya yang berlumuran darah dibawa ke samping kemah, seluruh wanita keluar dari kemah menyambutnya, namun Sayidah Zainab tidak keluar dari kemahnya demi menjaga jangan sampai Imam Husain merasa malu menyaksikan dirinya.

Pengorbanan Sayidah Zainab tidak hanya sebatas itu, di detik-detik akhir dzuhur hari Asyura, ketika berada atas kepala terpenggal saudaranya (Imam Husain as), Singa Betina Bani Hasyim ini berkata, "Ya Allah! Terimalah hadiah dan kurban Ahlul Bait Nabi-Mu ini." Munajat Sayidah Zainab ini menunjukkan puncak keikhlasan dan pengorbanan beliau kepada dunia. (IRIB Indonesia)

SUMBER : IRIB 

Jumat, 07 Maret 2014

Menlu Iran Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta

Menlu Iran dan Menlu IndonesiaVOAISLAM.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Javad Zarif berkesempatan melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Selain salat, Zarif juga dijadwalkan akan memberikan ceramah di depan jamaah masjid.

Zarif tiba di Istiqlal setelah memberikan pidato mengenai kebijakan luar negeri Iran di Hotel Borobudur, tak jauh dari lokasi masjid Istiqlal. Sambutan Zarif akan diberikan setelah pelaksanaan salat di depan ribuan jamaah, Jumat, 07/3/2014, demikian menukil laporan Okezone.

Selama di Tanah Air, Zarif selalu menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah salat lima waktu. Itu terbukti saat menghadiri dialog terbuka di kediaman Dubes Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh Kamis, 6 Maret 2014 malam, Zarif disediakan pun meminta waktu khusus untuk melaksanakan kewajibannya.

Kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Javad Zarif, ke tanah air tidak hanya membawa sejumlah kerja sama, namun banyak hal yang bisa dilakukan oleh Indonesai dan Iran untuk dunia yang lebih damai, tanpa teroris dan takfiri.

Sebelumnya, dalam pertemuan bersama Menlu Marty Natalegawa, kedua menlu tersebut menyepakati pentingnya kedua Negara bagi perdamaian dunia, seperti dilansir situs okezone.

"Upaya Iran dan Indonsia memerangi ekstrimisme atau mempromosikan sifat-sifat, sikap-sikap yang moderat terutama sebagai dua negara yang mampu menampilkan antara demokrasi, Islam serta modernitas bisa saling berjalan bersama," ujar Marty, di Jakarta, Kamis (6/3).

Menlu Zarif pun mengatakan, Iran memandang Indonesia sebagai saudara yang saling mendukung dan berperan aktif baik di forum regional maupun internasional. Tali persaudaraan kedua negara juga sangat kuat karena sama-sama memiliki jumlah penduduk mayoritas muslim.

Menurut Zarif, Indonesia adalah mitra strategis penyelesaian isu kawasan Timur Tengah, khususnya masalah Palestina dan Suriah.

“Indonesia dan Iran dapat menjadi di garda terdepan sebagai negara Islam penting untuk menyerukan dan mempromosikan kepada kaum Muslim dan pemeluk agama lain, untuk mengedepankan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia," Ujarnya.

Zarif juga menekankan, satu-satunya cara untuk memberikan perlindungan kepada kaum muslimin di seluruh dunia, baik sunni maupun syiah adalah bekerja sama menolak intoleransi, ekstrimisme dan kekerasan. (IT/sa)

SUMBER : IslamTimes



 

Larijani: Negosiasi Nuklir akan Terus Berlanjut

VOAISLAM.COM - Ali Larijani, ketua parlemen Republik Islam Iran menandaskan, negosiasi nuklir antara Republik Islam dan Kelompok 5+1 akan terus dilanjutkan dalam koridor kepentingan nasional Iran.

Seperti dilaporkan IRNA, Ali Larijani Kamis (27/2) dalam pertemuannya dengan forum imam shalat Jumat kota suci Qom menekankan, dialog nuklir antara Iran dan lima kekuatan dunia plus Jerman berjalan dalam jalur yang tepat dan telah diambil langkah-langkah yang benar dalam masalah ini.

Ketua parlemen Iran menambahkan, instalansi nuklir Iran sampai saat ini masih beroperasi dan dalam hal ini tidak ada alasan untuk putus asa.

Larijani seraya menjelaskan bahwa di sektor nuklir telah diambil kebijakan yang pasti, menjelaskan, "Barat harus menerima bahwa Iran memiliki teknologi nuklir, karena tidak bisa sebuah negara dicekal dari teknologi yang telah mereka peroleh."

Seraya mengisyaratkan represi sejumlah kekuatan Barat terkait isu nuklir anti Iran, Larijani mengatakan, "Sanksi sejatinya ditujukan untuk menutupi kendala yang dihadapi negara-negara barat, karena mereka menyadari dengan metode ini tidak dapat memajukan ambisi mereka."

Larijani menekankan, "Iran baik itu sebelum atau sesudah sanksi, senantiasa siap untuk berunding, karena Tehran menginginkan untuk melanjutkan aktivitas nuklir damainya dalam koridor Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT). Dan Tehran tidak mengejar senjata nuklir." (IRIB Indonesia/MF/RM)

SUMBER : IRIB 

Kamis, 06 Maret 2014

Iran akan Lengkapi semua Kapalnya dengan Sistem Rudal

VOAISLAM.COM - -Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengatakan, Tehran dapat memproduksi berbagai jenis rudaldan akan melengkapi semua kapalnya termasuk kapal selam dengan sistem rudal.

Brigadir Jenderal Hossein Dehqan pada Sabtu (1/3) menandaskan, "Hari ini, kami mampu memproduksi berbagai jenis rudal, termasuk rudal permukaan ke permukaan, permukaan ke udara, dan udara ke permukaan oleh industri pertahanan."

Ia menambahkan, jangkauan, ketepatan dan kemampuan taktis rudal adalah hal-hal yang sangat penting bagi Iran.

Selain itu, kata Dehqan, Iran juga mampu memproduksi rudal anti-radar dan peralatan militer penting lainnya.

Di bagian lain pernyataannya, Dehqan menyatakan bahwa pihaknya akan melengkapi semua kapal dan kapal selam Iran dengan sistem rudal.

Ia juga berencana untuk meningkatkan ekspor peralatan militer.

Dalam beberapa tahun terakhr, Irantelah membuat terobosan besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi sistem dan peralatan militer penting.

Selama ini, Irantelah merancang dan memporduksi berbagai jenis rudal, termasuk Sayyad-2, Khalij-e-Fars, Mehrab, Ra'd, Qader, Nourdan Zafar.(IRIB Indonesia/RA)

SUMBER : IRIB

Rabu, 05 Maret 2014

Hari Ini, Iran Gelar Pembicaraan Teknis di Wina

VOAISLAM.COM - Deputi Menteri Luar Negeri dan anggota senior tim perunding nuklir Iran, Abbas Araqchi mengatakan, Selasa (4/3) bahwa pembicaraan teknis di Wina pada hari Rabu akan mencakup reaktor Air Berat Arak dan masalah pengayaan uranium.

Menurut laporan IRNA, Araqchi menambahkan, agenda pertemuan teknis para pakar dari Iran dan Kelompok 5+1 di Wina akan mencakup isu pengayaan uranium dan menghapus ambiguitas terkait reaktor Air Berat Arak.

Pertemuan tim ahli akan memakan waktu sekitar tiga sampai empat hari dan mungkin memakan waktu lebih lama jika diperlukan, ujarnya.

Dia mengatakan bahwa Iran tidak akan mengizinkan pembahasan isu-isu lain selama pembicaraan teknis di Wina kecuali program nuklir negara itu.

Ketika ditanya tentang rencana kunjungan kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton ke Tehran, Araqchi menjelaskan, lawatan itu akan berlangsung sesuai jadwal pada Sabtu depan.

"Dia akan berdiskusi dengan Presiden Hassan Rohani, Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif serta beberapa pejabat senior lainnya mengenai isu-isu kepentingan bersama," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Araqchi menekankan bahwa Iran berharap akan mencapai kesepakatan komprehensif dengan Barat untuk mengakhiri sengketa nuklir selama satu dekade. Namun, lanjutnya, Tehran tidak optimis tentang itikad baik dari pemerintah Barat. (IRIB Indonesia/RM)


SUMBER : IRIB

Terobosan Baru Iran, Sukses Memproduksi Tunel Angin Supersonic

voaislam.com - Republik Islam Iran berhasil mendesain dan memproduksi tunel angin supersonic pertama dengan kecepatan delapan mach.

Tasnim News (4/3) melaporkan, tunel angen supersonic berkecepatan delapan mach ini didesain dan diproduksi di Universitas Imam Husein (as).

Sebelumnya, tahun lalu Brigadir Jenderal Jafari, Panglima Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, "Kami sampai sekarang di Universitas Imam Husein (as) memiliki tunel angin dengan kecepatan di bawah satu dan di bawah tiga mach.  Sekarang kami mengumumkan bahwa kami telah mendesain tunel angin dengan kecepatan delapan mach, dan ini merupakan sebuah kesuksesam besar."

Fungsi tunel angin ini adalah mengoreksi pesawat terbang dalam skala riset dan dengan tunel tersebut, berbagai jenis rudal dan pesawat diujicoba dalam skala riset sebelum diproduksi.

Dari  hasil tes itu seluruh dimensi produk mulai dari aerodinamis, statis, suhu, tekanan dan ketahanan akan diserahkan ke divisi produksi dan setelah masalahnya diselesaikan, barulah produk tersebut diproduksi dalam ukuran yang sesungguhnya.

Sebelumnya, setiap tahap tes untuk roket, rudal atau perlengkapan antariksa milik Iran dilakukan oleh negara asing, dan proses ini membocorkan informasi kepada pihak asing. Namun sekarang semua tahapan tes dapat dilakukan di dalam negeri. Selain melidungi informasi, keberadaan tunel angin baru ini juga menghemat biaya produksi.(IIRB Indonesia/MZ)



sumber: IRIB