Senin, 19 Mei 2014

Parlemen Iran: Kemerdekaan Ekonomi Dicapai dengan Kerja Keras Buruh

VOAISLAM.COM - Anggota Komisi Pembangunan Majelis Syura Islam Iran mengatakan, para buruh adalah urat nadi perekonomian dan kemerdekaan ekonomi dapat dicapai dengan bersandar kepada kerja keras dari lapisan masyarakat ini.

Yonathan Betkolia, Kamis (1/5) kepada IRNA mengatakan, "Pada kondisi seperti sekarang ini lapisan masyarakat yang bisa memutar roda perekonomian negara dan menghasilkan produk-produk berkualitas adalah para buruh."

Wakil masyarakat Kristen Asyiria di Parlemen Iran itu menambahkan, "Hari ini dalam perang ekonomi dan era sanksi, perekonomian negara adalah target para buruh yang dengan inovasi-inovasinya menciptakan kreatifitas besar dan nama Iran berjaya di dunia."

Menurutnya, hasil kerja tanpa kenal lelah para buruh dapat dilihat dengan jelas di sektor pertanian, industri dan jasa juga di bidang-bidang lainnya.

Anggota Komisi Pembangunan Parlemen Iran menuturkan, "Dukungan terhadap para buruh dan memberikan asuransi khusus pada mereka merupakan langkah tepat untuk menyejahterakan kelas sosial ini."

"Hari ini tujuan besar Pemimpin Revolusi Islam Iran dan pemerintah adalah mencapai kemerdekaan ekonomi, itu dapat dicapai ketika para buruh di berbagai industri bekerja dengan cepat dan menghasilkan produk-produk berkualitas," pungkasnya. (IRIB Indonesia/HS)

SUMBER: IRIB

Minggu, 18 Mei 2014

Lima Perusahaan Besar Energi Internasional Siap Masuk Pasar Iran

VOAISLAM.COM - Salah satu situs berita Amerika Serikat menilai kehadiran sedikitnya lima perusahaan internasional yang terikat kontrak dengan Washington di pameran internasional minyak Tehran adalah bukti keinginan perusahaan-perusahaan internasional untuk masuk ke pasar energi Iran.

Tasnim News (15/5) melaporkan, terkait pameran internasional minyak, gas dan petrokimia ke-19 di Tehran, Washington Free Beacon menulis, "Pameran yang berlangsung beberapa hari itu mampu membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan internasional untuk melakukan dialog langsung dengan pejabat tinggi Iran terkait upaya kembali ke pasar energi negara itu yang menjanjikan."

Sedikitnya lima perusahaan yang hadir dalam pameran itu memiliki kontrak dengan Amerika di sejumlah bidang. Hal ini menurut Washington Free Beacon adalah pertanda bahwa perusahaan-perusahaan internasional menganggap melunaknya  pemerintah Barack Obama, Presiden Amerika atas sanksi anti-Iran sebagai lampu hijau untuk bisa memasuki kembali pasar energi Iran.

Siemens, Total, Leoni, Nexans dan Nikkiso adalah lima perusahaan yang hadir dalam pameran minyak internasional ke-19 di Tehran dan memiliki kontrak dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keamanan Internal dan Kementerian Perdagangan Amerika.

Sejumlah penentang kesepakatan sementara Jenewa antara Iran dan Kelompok 5+1 memprotes pengurangan sanksi atas Iran karena menurut mereka ini akan meruntuhkan bangunan sanksi terhadap negara itu. (IRIB Indonesia/HS)

SUMBER: IRIB

Sabtu, 17 Mei 2014

Venezuela Kirim Bahan Bakar untuk Palestina

VOAISLAM.COM - Venezuela akan mengirim bahan bakar diesel ke wilayah Palestina sebagai bagian dari kesepakatan dengan Otoritas Ramallah.

Ketua Otorita Ramallah Mahmoud Abbas menandatangani perjanjian energi selama pertemuan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di ibukota Venezuela, Caracas, Jumat (16/5).

"Terima kasih Venezuela karena mendukung Palestina, terima kasih Venezuela untuk membantu mematahkan monopoli yang telah dilakukan Israel terhadap perekonomian kami," kata Abbas setelah menandatangani kesepakatan.

Presiden Maduro mengatakan perjanjian energi "adalah dari Venezuela kepada Palestina untuk bahan bakar diesel agar Palestina perlu menjaga perekonomian tetap tumbuh dan berkonsolidasi. PetroPalestine telah lahir dan itu merupakan aliansi antara Venezuela dan Palestina."

Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai sejumlah isu termasuk konflik Israel-Palestina.

Abbas dalam kunjungan dua hari ke Venezuela akan memperkuat hubungan bilateral dengan negara tuan rumah.

Ia berencana menggalang dukungan bagi Otorita Ramallah untuk diberi status sebagai pengamat di Uni Negara Amerika Selatan (UNASUR), Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika Kita (ALBA), dan Komunitas Amerika Latin dan Karibia (CELAC).

Otorita Ramallah mendapat status sebagai pengamat di PBB pada bulan November 2012 meskipun penentangan sengit dari Israel dan Amerika Serikat.

Kunjungan itu dilakukan beberapa hari setelah gerakan muqawama Palestina Hamas dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang mencakup partai Fatah, sepakat untuk menyelesaikan perbedaan dan membentuk pemerintahan nasional bersatu.(IRIB Indonesia/MZ)

SUMBER: IRIB

Jumat, 02 Mei 2014

Penasihat Rahbar: Sanksi terhadap Iran Rugikan Eropa

VOAISLAM.COM - -Penasihat senior Rahbar atau  Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menolak sanksi yang dikenakan terhadap Tehran terkait program nuklirnya.

Ali Akbar Velayati dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Latvia Edgars Rinkevicsdi Tehran pada Rabu (23/4) mengatakan, sanksi terhadap Iran justru telah merugikan negara-negara Eropa.

Ia menambahkan, sanksi tidak memiliki dampak negatif terhadap Iran, dan sebaliknya, embargo itu telah membawa efek buruk dan tak terkendali bagi negara-negara Eropa.

Velayati lebih lanjut menuturkan, negara-negara Eropa telah kehilangan pasar Iran sebagai akibat dari sanksi.

Jika orang-orang Eropa membuat keputusan mereka sendiri, kata Velayati, mereka pasti tertarik untuk memperluas hubungan dengan Iran dan mengabaikan sanksi.

Sementara itu, Menlu Latvia mengatakanbahwanegaranya akan memikul tanggung jawab sebagai presiden bergilir Uni Eropa pada paruh pertama 2015.

Menurutnya, kunjungannya ke Iran bertujuan untuk mempersiapkan dasar bagi peningkatan hubungan antara Tehran dan Uni Eropa.

Rinkevics menyatakan harapan bahwa Latvia dan Iran akan memperkuat kerjasama dengan cara yang tepat dan bergerakmaju.

Sejak tahun lalu, Iran dan Latvia telah meningkatkan hubungan bilateral.(IRIB Indonesia/RA)

SUMBER: IRIB

Kamis, 01 Mei 2014

Menlu Latvia Serukan Perluasan Hubungan dengan Iran

VOAISLAM.COM - -Menteri Luar Negeri Latvia menyerukan babak baru dalam hubungan negaranya dengan Republik Islam Iran.

Edgars Rinkevics dalam pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Tehran pada Rabu (23/4) memuji kemajuan dalam perundingan nuklir antara Tehran dan enam kekuatan utama dunia.

Sementara itu, Rouhani mengatakan, Iran berupaya serius untuk memperluas hubungan dengan negara-negara sahabat.
 
"Penyelesaian isu-isu regional dan global hanya akan tercapai melalui kerja sama antarnegara," ujarnya.

Ia menambahkan, potensi geografis dan ekonomi Iran menjadi modaluntuk lebih bekerjasama dengan Eropa.

Rouhani menekankan bahwa Tehran dan Riga dapat memperluas hubungan bilateral di berbagai bidang tanpa ada pembatasan.

Menlu Latvia tiba di Tehran pada Selasa dalam kunjungan resmi untuk membahas cara-cara memperluas hubungan antara Riga danTehran dengan para pejabat senior Iran. (IRIB Indonesia/RA)

SUMBER: IRIB

Rabu, 30 April 2014

Iran dan Cina Tingkatkan Kerjasama Ekonomi

VOAISLAM.COM - -Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran dan Deputi Perdana Menteri Cina menekankan urgensi upaya memperluas kerjasama ekonomi dua negara.

Ali Tayebnia, Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran yang memimpin rombongan ke Beijing, Cina, Selasa (22/4) bertemu dengan Zhang Gaoli, Deputi PM Cina untuk membicarakan peningkatan kerjasama ekonomi dua negara.

Tayebnia mengatakan, "Iran menilai peningkatan kerjasama dengan Cina sangat penting dan kerjasama-kerjasama ekonomi, perbankan, energi, investasi dan  pembangunan infrastruktur akan diperkuat."
 
Zhang Gaoli dalam kesempatan ini mengatakan, "Cina menganggap  persahabatannya dengan Iran sangat berharga dan selalu menilai Tehran sebagai mitra penting yang strategis bagi dirinya."

Ia menambahkan, "Dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan upaya kolektif, peningkatan kerjasama Cina dan Iran cenderung maju, interaksi pejabat tinggi dua negara bertambah, kepercayaan politik timbal balik semakin kuat dan kerjasama di berbagai bidang juga semakin luas."

Hubungan perdagangan non-minyak Iran dan Cina pada tahun 2012 mencapai 13,6 milyar dolar Amerika, sekitar 3,5 milyar dolar eskpor Iran ke Cina dan 8,1 milyar dolar impor Iran dari Cina.

Transaksi perdagangan dua negara untuk tahun 2013 sekitar 15 milyar dolar Amerika. (IRIB Indonesia/HS)

SUMBER: IRIB

Selasa, 29 April 2014

Impor Minyak India dari Iran Meningkat Dua Kali Lipat

VOAISLAM.COM - -Impor minyak mentah India dari Republik Islam Iran dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat pada bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya menyusul pengurangan sanksi terhadap Tehran.

Sebuah data resmi yang dirilis pada Selasa (22/4) menyebutkan bahwa India mengimpor minyak dari Iran sebesar 387.000 barel per hari pada bulan Maret.

Berdasarkan data itu, pengiriman minyak mentah dari Iran pada kuartal pertama 2014 juga naik sekitar 43 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

India mengimpor minyak mentah Iran sekitar 358.000 barel per hari pada kuartal pertama tahun 2014.

Impor India dari Iran juga tercatat mengalami kenaikan dua kali lipat pada bulan Januari, melonjak ke 412.000 barel perhari, yaitu naik dari sekitar 189.000 barel per hari pada bulan Desember.

Pengiriman minyak Iran kepada pelanggan di India pada Januari meningkat sebesar 31 persen dari tahun ke tahun.

India adalah salah importir utama energi di Asia yang bergantung pada Iran untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan energinya. (IRIB Indonesia/RA)

SUMBER: IRIB